Balik lagi
niiih,, penulis ulung yang suka ngomongin tokoh-tokoh berpengaruh dalam bidang
pusdokinfo lewat tulisan.. lebih tepatnya di bidang perpustakaan... sekarang
edisi tokoh manca (kaya musik aja.. ada manca ada indo). Kalau kemarin tokoh
Indonesia kita pernah bicarain Pak Agung, tokoh Manca ada Charles Ammi Cutter,
nah sekarang saatnya membicarakan Dewey.. apa yang terlintas dalam pikiran teman-teman
dari jurusan ilmu perpustakaan ketika berbicara Dewey??. ‘KLASIFIKASI yang
merumitkan, menyenangkan, memusingkan, melelahkan”.. itu bisikan dalam hatiku,
entah bagaimana dengan teman-teman lainnya. Banyak kenangan dengan sesuatu yang
berkaitan dengan klasifikasi, susah senangnya selama kuliah ini baik
menggunakan Dewey Decimal Classification (DDC) dengan IV jilidnya yang setiap
jilidnya tebal-tebal maupun menggunakan DCC edisi ringkasnya yang sama-sama
berkesan. ini nih pedoman yang anak Perpustakaan gunakan
Saya mengenal mata kuliah ini sejak semester 3 di bangku kuliah,
karena memang ada mata kuliah dasar-dasar klasifikasi dalam kurikulum. Namun,
mengenal tokoh penemu DDC ini baru-baru ini saja karena tergerak untuk
mengetahui tokoh-tokoh sejarah yang berjasa dalam kemajuan Ilmu Perpustakaan.
Langsung saja yaaa.........
Dari hasil saya
berselancar di dunia internet, ternyata nama panjangnya Melville Louis Kossuth
Dewey. Beliau lahir pada 10 Desember 1851 dan meninggal pada tanggal 26
Desember 1931, jadi umur genetis beliau 80 tahun namun kontribusi beliau sampai
sekarang masih kita nikmati.. Kalau dalam Agama Islam kita sebut sebagai amal
jariyah, di mana pahalanya mengalir terus tiada henti. Subhanallah yaa..beliau
lahir dari kalangan keluarga yang kurang berada, dan tinggal di sebuah kota dekat
New York. Dari nama yang panjang itu, Ia menghilangkan nama tengahnya, memotong
nama depannya menjadi Melvil dan bahkan dalam waktu dekat itu, nama belakangnya
disingkat menjadi Dui. Beliau adalah penemu Sistem DDC, nama sistem klasifikasi
yang diambil dari nama terakhirnya ditemukan ketika baliau masih berumur 21
tahun dan masih bekerja sebagai asisten di perpustakaan perguruan tinggi
Amherst. Beliau merupakan revolusioner dalam Ilmu Perpustakaan dan mengatur
gerakan di era baru dari Keperpustakaan. Melvil Dewey pantas mendapat julukan
sebagai Bapak Modern Perpustakaan.
Banyak sebutan yang dicurahkan kepada Dewey. Dalam sumber lain, dijelaskan
bahwa Dewey merupakan salah satu pioner ALA dan tokoh yang berpengaruh terhadap
perkembangan perpustakan-perpustakaan di Amerika pada awal abad 20.
Hampir beliau
selalu berjasa di bidang Perpustakaan dan Informasi. Beliau membantu membangun
dan mengembangkan American Library Association (ALA) pada tahun 1876, menjabat
menjadi sekretaris ALA dari tahun 1876-1890, pada tahun yang bersamaan yaitu
tahun 1883-1888 menduduki jabatan sebagai Kepala di Perpustakaan Universitas
Columbia, kemudian sejak tahun 1888-1906 menjadi direktur Universitas Negeri
New York.
Selama menjadi
Pustakawan di Perguruan Tinggi Columbia pada tahun 1883, di tahun-tahun
berikutnya beliau mendirikan Sekolah Perpustakaan Ekonomi, institusi pertama
untuk memberikan pengajaran pada pustakawan yang diorganisir. Sekolah ini
berjalan sangat sukses dan berhasil yang kemudian dipindah ke Albani pada tahun
1890.
Selain dalam
dunia perpustakaan ternyata beliau juga berjasa membantu dalam penemuan Danau
Placid Club, Florida sebagai tempat beristirahat yang bermanfaat dalam
kesehatan. Di danau inilah Dewey menutup matanya, menghembuskan nafas
terakhirnya.
Dalam sumber
yang saya baca, belum saya dapatkan bagaimana Dewey mampu membuat sistem
klasifikasi ini. Sistem yang begitu rumit dan kompleks.. Padahal ingin sekali
saya mengetahui kronologi bagaimana bisa terciptanya pedoman yang sangat
bermanfaat dalam dunia perpustakaan. Mungkin ada teman-teman yang mengetahui
secara rinci dapat berbagi dengan saya. Informasi yang terbatas ini saja yang
dapat saya sampaikan.... Namun dari sini kita dapat belajar bahwa menjadi penemu merupakan perbuatan yang sangat mulia, ketika umur secara biologis kita berhenti lain halnya dengan umur kontribusi kita dri hasil penemuan yang digunakan oleh masyarakat. seperti Dewey, beliau meninggal pada umur 80 tahun namun kontribusinya sampai sekarang masih dirasakan.. subhanallah bukan. mari teman-teman kita berkarya dan berinovasi dalam memberikan kontribusi untuk perpustakaan pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Gambatte kudasai!!!!



08.35
Tati Ummu Ghazi


Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar