Tahukah kamu siapa pelopor Fotografi
di Indonesia???
Mengetahui
sejarah atau asal usul munculnya sesuatu yang kita sukai itu sangat menarik.
Sehingga kita dapat mengambil alasan dan mempunyai pendirian kenapa kita bisa
menyukai sesuatu hal itu. Setidaknya mengetahui rumusan 5W+1H (Who, When,
What, Why, Where, How). Seperti pelajaran bahasa Indonesia yang kita dapat
sejak bangku sekolah dasar.
Di
sini saya membahas sedikit tentang pelopor fotografi di Indonesia. Dalam dunia
fotografi mungkin sedikit sekali yang mengenal Kasajian Cephas, yang biasa
akrab dipanggil dengan Cephas. Dia adalah orang Jawa yang merupakan ahli
fotografi dan pelopor di Indonesia. Cephas lahir 15 Februari 1844 dari
pasangan Kartodrono dan Minah. Sebenarnya nama aslinya adalah
Kasijan namun pada umur 16 tahun dia masuk Kristen Protestan dan dibaptis oleh
seorang pendeta sehingga namanya menjadi baptis Cephas, yang diambil dari
bahasa Semit sama artinya dengan Petrus.
Awalnya
Cephas hanya seorang yang membantu alsaac Groneman.
Cephas membantu dalam membuat foto-foto yang akan dimuat di buku karyua Beliau.
Cephas mengawali karirnya
sendiri dengan menjadi juru
foto resmi di Istana. Sejak 1875, ia mulai membuat foto di atas lempengan kaca
yang menggambarkan keluarga dan suasana kesultanan Yogyakarta. Sepuluh tahun
kemudian, 1885 ia mulai aktif bergabung dengan perhimpunan Ilmu-Ilmu Purbakala, Geografi, Etnografi,
untuk melakukan kegiatan dokumentasi..
Saat ia berusia 68
tahun, Cephas menghembuskan nafas terakhirnya di Yogyakarta. Tidak begitu
dijelaskan secara
lengkap tanggalnya. Bersamaan berita kematiaanya, diberitakan Cephas
mempunyai guru dalam bidang fotografinya. Dia belajar fotografi kepada
seseorang yang bernama Simon Willem Camerik. tidak begitu dijelaskan denmgan
lengkap juga siapa Simon Willem Camerik itu.
Alangkah baiknya kita mengetahui dan mempelajari sejarah dalam hidup kita. Perjalan seorang tokoh yang berusaha dari nol, hingga bisa meraih apa yang diharapkan. Perjalanan yang penuh perjuangan, menjadi bukti bahwa kita pemuda Indonesia tidak bisa hanya berdiam diri untuk meraih cita-cita, meraih impian. tapi kita harus selalu berusaha, berusaha dan berusaha disertai doa. dan ketika gagal, percayalah ada jalan lain yang bisa kita tempuh. bukankah kita sering mendengar “KEGAGALAN ADALAH KESUKSESAN YANG TERTUNDA”. Perjuangan yang dapat kita pelajari dan teladani adalah Salah satunya tokoh perjuangan. Dengan mempelajari tokoh sejarah kita bisa mengetahui perjuangan – perjuangan mereka yang telah mampu mengubah bangsa kita, kita juga bisa meneladani banyak hal dari mereka. Mari kita belajar dari mereka yang sudah banyak berkontribusi di Indonesia.. tidak hanya tokoh di Indonesia aja si, tapi juga tokoh – tokoh di dunia baik pada zaman Rasulullah, maupun abad 20an.
Sumber:
Aning,
Floriberta. 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia. Jakarta: NARASI, 2005.



19.48
Tati Ummu Ghazi
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar